Penerbangan Lombok Darwin Jadi Kunci Perluasan Pasar Wisata NTB

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:49:00 WIB
Penerbangan Lombok Darwin Jadi Kunci Perluasan Pasar Wisata NTB

JAKARTA - Pembukaan rute penerbangan internasional langsung Lombok–Darwin menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan timur Indonesia. 

Rute ini tidak hanya memperpendek jarak tempuh wisatawan mancanegara, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis pariwisata. 

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan penerbangan perdana Lombok–Darwin dapat mulai beroperasi pada akhir Februari 2026, seiring rampungnya proses finalisasi teknis dan operasional.

Penerbangan Internasional Baru Siap Beroperasi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membuka rute penerbangan langsung Lombok–Darwin, Australia, pada akhir Februari 2026. Rute internasional baru ini diharapkan memperkuat konektivitas dan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB.

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, mengatakan rute Lombok–Darwin akan dilayani oleh maskapai TransNusa menggunakan pesawat Comac C909. Penerbangan tersebut direncanakan beroperasi dengan frekuensi empat kali dalam sepekan.

“Insyaallah targetnya akhir Februari atau awal Maret 2026. Ini sudah masuk tahap finalisasi,” kata Ervan.

Respons Terhadap Tingginya Minat Wisatawan Australia

Menurut Ervan, pembukaan rute Lombok–Darwin dilatarbelakangi oleh tingginya minat wisatawan asal Australia untuk berkunjung ke Lombok. 

Selama ini, wisatawan Australia masih harus melakukan perjalanan dengan transit, baik melalui Bali maupun negara lain seperti Singapura dan Kuala Lumpur, sebelum melanjutkan penerbangan ke Lombok.

Kondisi tersebut dinilai kurang efisien dan berpotensi mengurangi minat wisatawan yang menginginkan perjalanan lebih singkat dan langsung. Dengan hadirnya rute langsung dari Darwin, wisatawan Australia diharapkan memiliki alternatif perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.

“Maskapai melihat peluang pasar yang besar. Wisatawan mancanegara dari Bali ke Lombok, baik lewat udara maupun fast boat, paling banyak berasal dari Australia,” ujar Ervan.

Strategi Jangka Menengah Pengembangan Rute TransNusa

Ervan menambahkan, pembukaan rute Lombok–Darwin merupakan bagian dari strategi jangka menengah TransNusa dalam memperluas jaringan penerbangan internasional ke NTB. 

Maskapai tersebut tidak hanya berfokus pada satu rute, tetapi menyiapkan pengembangan jaringan secara bertahap untuk memperkuat konektivitas udara Lombok dengan berbagai kota di luar negeri.

Pada semester kedua 2026, TransNusa juga menargetkan pembukaan rute Perth–Lombok. Rute ini dinilai memiliki potensi besar mengingat Perth merupakan salah satu kota dengan jumlah wisatawan ke Indonesia yang cukup signifikan, khususnya ke Bali dan kawasan Nusa Tenggara.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperluas pasar wisatawan mancanegara sekaligus mengurangi ketergantungan pada rute transit tertentu.

Rencana Perluasan ke Negara Asia

Tak hanya Australia, TransNusa disebut telah menyiapkan rencana pembukaan rute internasional lain ke Lombok. Beberapa negara yang masuk dalam perencanaan tersebut antara lain Korea Selatan, Jepang, Cina, Hong Kong, dan Taiwan.

Pembukaan rute dari negara-negara tersebut diharapkan dapat memperluas segmen pasar wisatawan mancanegara ke NTB. Wisatawan dari Asia Timur dikenal memiliki minat tinggi terhadap destinasi wisata alam, budaya, dan bahari, yang menjadi keunggulan Lombok dan wilayah NTB lainnya.

“Semoga bisa segera terealisasi untuk memperkuat konektivitas udara dan mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB,” kata Ervan.

Dampak Terhadap Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Kehadiran rute Lombok–Darwin dinilai akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara berpotensi mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di NTB.

Selain itu, konektivitas udara yang semakin baik dapat meningkatkan daya saing Lombok sebagai destinasi wisata internasional, terutama di tengah persaingan dengan destinasi lain di kawasan Asia Pasifik. 

Pemerintah daerah berharap rute ini dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak investasi dan kerja sama internasional di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan kesiapan infrastruktur bandara serta dukungan maskapai, pembukaan rute Lombok–Darwin diharapkan menjadi awal dari perluasan jaringan penerbangan internasional Lombok secara berkelanjutan. 

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen NTB dalam mendorong pertumbuhan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Terkini