Deddy Mizwar Hadirkan Kisah Keluarga Mendalam di Film Rumah Tanpa Cahaya 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:19:19 WIB
Deddy Mizwar Hadirkan Kisah Keluarga Mendalam di Film Rumah Tanpa Cahaya 2026

JAKARTA - Figur perfilman Indonesia Deddy Mizwar kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam perfilman nasional lewat kontribusinya sebagai salah satu penulis skenario untuk film drama keluarga terbaru berjudul Rumah Tanpa Cahaya yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Februari 2026. Film ini menghadirkan kisah emosional tentang kehilangan dan kekuatan cinta seorang ibu yang terus hidup dalam keluarga meski ia telah tiada.

Penulisan Skenario dan Kolaborasi Tim Kreatif

Film Rumah Tanpa Cahaya bukan hanya sekadar proyek besar bagi Deddy Mizwar, namun juga merupakan hasil kerja tim penulis skenario yang terdiri dari Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar sendiri, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, serta Rafi Muhammad Zuhdi. Kerja sama kreatif ini menghasilkan narasi yang kuat dan menyentuh, dengan kehadiran Deddy Mizwar dan Zairin Zain yang sebelumnya pernah berkolaborasi dalam film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) pada tahun 2010.

Dalam pengembangan cerita, sutradara Odi Harahap dipercayakan untuk mengarahkan visi film ini dari bangunan skenario menjadi visual yang kuat di layar lebar. Kepercayaan ini menunjukkan harapan tinggi dari pihak rumah produksi untuk menciptakan tontonan yang tidak hanya menarik tetapi juga sarat makna.

Kisah dan Tema Utama Film

Rumah Tanpa Cahaya berkisah tentang kehidupan sederhana sebuah keluarga yang dirundung kesedihan setelah kepergian sosok ibu, Nurul, yang diperankan oleh Ira Wibowo. Nurul dan suaminya, Qomar (diperankan oleh Donny Damara), menjalankan sehari-hari dengan mengelola warung Empal Gentong yang menjadi tempat berkumpul banyak orang.

Tema sentral film ini adalah bagaimana cinta dan kasih seorang ibu tetap membimbing dan hidup dalam keluarga meski ia telah pergi. Menurut Deddy Mizwar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rumah Tanpa Cahaya menggambarkan kekuatan cinta dan bimbingan seorang ibu yang tetap terasa dalam kehidupan keluarganya bahkan setelah kepergian. Ia mengatakan bahwa film ini merupakan cerminan realitas kehidupan banyak keluarga di Indonesia yang pernah mengalami kehilangan mendalam.

Karakter dan Performa Para Pemeran

Ira Wibowo menggambarkan karakter Nurul sebagai sosok ibu yang kuat namun sederhana, diam-diam penuh cinta, dan sering kali menjadi cahaya bagi keluarga tanpa pernah meminta untuk dilihat. Ini merupakan peran yang penuh tantangan dan kedalaman emosi, yang mampu memperlihatkan sisi lain dari kehidupan seorang ibu yang memberikan segalanya untuk keluarganya.

Sementara itu, Donny Damara sebagai Qomar harus memainkan peran seorang suami yang menghadapi kesepian setelah kepergian istrinya. Menurut Donny dalam wawancara lain menjelang film ini dirilis, peran tersebut mengajaknya merenung tentang pentingnya sosok ibu dalam kehidupan keluarga, bahkan secara pribadi ia juga mengalami kehilangan sehingga lebih mendalami peran itu dengan sungguh-sungguh.

Perasaan yang sama juga dirasakan oleh aktor Ridwan A. Ghany dan Lavicky Nicholas, yang masing-masing memerankan dua putra Nurul. Mereka merasakan kesedihan yang mendalam dalam menjalani peran anak yang baru menyadari arti kehadiran ibu setelah kepergiannya. Peran ini memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi para pemeran muda tersebut.

Selain pemeran utama keluarga inti, film ini juga menghadirkan aktor dan aktris pendukung seperti Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda. Kehadiran mereka turut memperkaya dinamika cerita dan karakter yang saling berinteraksi dalam narasi keluarga yang penuh kasih serta konflik batin.

Produksi dan Penayangan Film

Rumah Tanpa Cahaya diproduksi oleh rumah produksi Citra Sinema bekerja sama dengan Sinemart, dua nama besar dalam industri perfilman Indonesia. Penayangan film ini dijadwalkan serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Februari 2026, menjelang perayaan cinta keluarga menjelang hari-hari penting di awal tahun.

Film ini diposisikan sebagai drama keluarga yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang perjuangan batin dan nilai kehidupan keluarga yang sering kali baru disadari setelah kehilangan. Tema universal ini diharapkan mampu menarik penonton dari berbagai lapisan usia untuk merenungkan arti cinta, kehilangan, dan pengorbanan.

Pesan Cerita dan Dampaknya Bagi Penonton

Keunikan Rumah Tanpa Cahaya terletak pada kekuatan narasi emosional yang dibangun melalui hubungan keluarga. Cerita ini mengajak penonton untuk memahami bahwa sering kali kita baru benar-benar menyadari arti keluarga saat pengalaman kehilangan benar-benar terjadi. Pesan ini dibangun melalui konflik internal tokoh-tokoh utama yang mencerminkan realitas hidup banyak keluarga Indonesia.

Deddy Mizwar selaku salah satu penulis skenario dan figur besar di perfilman Indonesia berharap film ini dapat memberikan pengalaman sinematik yang menyentuh hati sekaligus memberikan apresiasi lebih dalam terhadap peran orang tua, khususnya sosok ibu, dalam kehidupan keluarga. Narasi ini bukan hanya sekadar kisah fiksi di layar lebar, tetapi juga cerminan hubungan manusia yang universal dan mendalam.

Jika Anda ingin versi yang lebih ringkas atau fokus pada aspek tertentu—misalnya ulasan kritis, profil tokoh, atau kutipan pemeran—saya juga bisa menyusunnya.

Terkini