IHSG Melejit, Saham Tambang dan Big Banks Kembali Jadi Penggerak Utama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:42:03 WIB
IHSG Melejit, Saham Tambang dan Big Banks Kembali Jadi Penggerak Utama

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, menunjukkan penguatan signifikan seiring menguatnya saham-saham sektor tambang dan perbankan berkapitalisasi besar. Kinerja positif tersebut menegaskan optimisme pelaku pasar terhadap prospek perekonomian nasional dan fundamental emiten unggulan, terutama di tengah sentimen global yang relatif kondusif serta stabilnya harga komoditas utama.

IHSG dibuka di zona hijau dan terus melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan. Sepanjang sesi, indeks bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, didorong oleh minat beli yang cukup besar pada saham-saham unggulan. Saham sektor energi, pertambangan, dan perbankan menjadi motor utama pergerakan indeks, seiring aksi beli investor institusi dan ritel yang terpantau cukup agresif.

Dari sisi transaksi, nilai perdagangan tercatat cukup besar, mencerminkan tingginya partisipasi pelaku pasar. Volume dan frekuensi transaksi juga menunjukkan aktivitas yang ramai, menandakan sentimen positif yang cukup merata di berbagai sektor. Penguatan IHSG ini menjadi lanjutan dari tren positif yang telah terbentuk sejak beberapa hari terakhir, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pasar saham domestik.

Dorongan Kuat dari Saham Tambang

Saham-saham sektor tambang menjadi salah satu pilar utama penguatan IHSG. Emiten seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Petrosea Tbk (PTRO), serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan kenaikan yang signifikan. Penguatan saham-saham tersebut sejalan dengan pergerakan harga komoditas global yang relatif stabil serta optimisme terhadap permintaan jangka menengah.

Kinerja saham tambang juga dipengaruhi oleh prospek cerah sektor energi dan mineral, terutama terkait kebutuhan bahan baku untuk transisi energi dan pembangunan infrastruktur. Investor menilai bahwa emiten-emiten di sektor ini memiliki fundamental yang solid dan potensi pertumbuhan yang menarik, sehingga menjadi sasaran utama akumulasi.

Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut memberikan kontribusi positif terhadap penguatan indeks. Sentimen positif terhadap sektor energi terbarukan menjadi faktor pendorong, seiring meningkatnya perhatian investor terhadap isu keberlanjutan dan transisi menuju energi bersih.

Big Banks Kembali Jadi Motor Pasar

Tidak hanya sektor tambang, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks juga tampil dominan dalam mendorong penguatan IHSG. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi beberapa emiten yang mencatatkan kenaikan signifikan.

Penguatan saham big banks mencerminkan optimisme pasar terhadap kinerja sektor keuangan yang dinilai tetap solid di tengah dinamika ekonomi global. Fundamental perbankan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta prospek pertumbuhan kredit yang stabil menjadi faktor utama yang menarik minat investor.

Selain itu, stabilnya suku bunga acuan dan terkendalinya inflasi turut memberikan ruang bagi sektor perbankan untuk mempertahankan margin dan profitabilitas. Hal ini menjadi sentimen positif yang mendorong aksi beli pada saham-saham perbankan unggulan.

Kinerja Emiten Unggulan dan Dinamika Perdagangan

Di luar sektor tambang dan perbankan, sejumlah saham unggulan lainnya juga mencatatkan kinerja positif. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut mengalami penguatan, seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis sumber daya alam dan energi.

Aktivitas perdagangan yang ramai tercermin dari tingginya nilai transaksi dan volume saham yang diperdagangkan. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek jangka pendek dan menengah IHSG masih terjaga. Investor ritel dan institusi tampak aktif melakukan transaksi, baik untuk tujuan akumulasi maupun trading jangka pendek.

Pergerakan indeks yang stabil dan cenderung menguat juga menandakan minimnya tekanan jual, sehingga pasar mampu mempertahankan momentum positif sepanjang sesi perdagangan. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa tren penguatan masih berpeluang berlanjut, terutama jika didukung oleh sentimen eksternal yang kondusif.

Sentimen Global dan Prospek Pasar

Dari sisi global, pergerakan pasar saham regional yang relatif stabil turut memberikan dukungan bagi IHSG. Stabilnya harga komoditas, terutama energi dan logam, menjadi faktor penting yang menopang kinerja saham-saham tambang. Selain itu, kebijakan moneter global yang cenderung akomodatif memberikan ruang bagi aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan data ekonomi global dan domestik sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ditopang oleh konsumsi domestik dan belanja pemerintah, menjadi sentimen positif yang mendorong minat beli di pasar saham.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika sektor komoditas, kebijakan moneter, serta kinerja keuangan emiten. Saham-saham sektor tambang dan perbankan diproyeksikan tetap menjadi penopang utama indeks, seiring fundamental yang solid dan prospek pertumbuhan yang menarik.

Strategi Investor di Tengah Penguatan IHSG

Dalam kondisi pasar yang menguat, investor disarankan tetap menerapkan strategi selektif dengan mempertimbangkan fundamental emiten dan prospek sektoral. Saham-saham dengan kinerja keuangan solid, prospek pertumbuhan yang jelas, serta likuiditas tinggi dinilai lebih aman untuk dikoleksi, baik untuk jangka pendek maupun menengah.

Diversifikasi portofolio juga menjadi kunci untuk meminimalkan risiko, terutama di tengah potensi volatilitas pasar global. Dengan mengombinasikan saham sektor tambang, perbankan, dan sektor defensif lainnya, investor dapat menjaga keseimbangan portofolio sekaligus memaksimalkan potensi imbal hasil.

Penguatan IHSG pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Dengan dukungan saham tambang dan big banks, indeks berpeluang melanjutkan tren penguatan, asalkan didukung oleh sentimen eksternal yang kondusif dan stabilitas ekonomi domestik yang terjaga.

Terkini