JAKARTA - Liverpool tengah menjadi sorotan setelah penampilan terbaru gelandang muda mereka, Florian Wirtz, yang kini dipandang sebagai sosok kunci tim oleh legenda klub Jamie Carragher sendiri. Pada awal musim, Wirtz sempat mengalami masa sulit menyusul adaptasi lambatnya di Liga Inggris setelah direkrut dengan nilai transfer mencapai £116 juta pada bursa musim panas lalu. Hingga awal Desember, Wirtz bahkan belum mencatatkan satu pun gol atau assist di kompetisi domestik, yang memicu keraguan dari berbagai pihak termasuk Carragher.
Namun, belakangan performa Wirtz berubah drastis. Dalam tujuh laga terakhir Premier League, dia berhasil mencetak empat gol, ditambah satu gol penting ke gawang Qarabag di ajang Liga Champions. Statistik ini menjadi tanda bahwa sang playmaker mulai menemukan ritme terbaiknya di Anfield dan menunjukkan potensi yang selama ini dinantikan.
Pandangan Carragher terhadap Wirtz sendiri juga mengalami transformasi signifikan. Dari semula kritikus, kini Carragher memberikan pujian tinggi kepada pemain asal Jerman itu, bahkan menyebutnya sebagai pemain “spesial” yang memberi dampak besar bagi Liverpool.
Carragher dan Kritik Awal terhadap Wirtz
Perjalanan Wirtz di Liverpool tidak selalu mulus. Carragher sebelumnya sempat memberikan kritik tajam terhadap performa gelandang muda ini. Ia menyebut Wirtz kurang memberikan dampak yang signifikan di lapangan karena proses adaptasinya yang terlalu lama jika dibandingkan dengan rekrutan asing Liverpool pada masa lalu, seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Luis Suarez, atau Sami Hyypia, yang langsung menunjukkan kualitas sejak awal kedatangan.
Dalam pandangan Carragher, biasanya pemain-pemain asing bisa langsung “nyetel” di Liga Inggris. “Jika sudah mendekati Natal tapi masih terlihat biasa saja, itu tanda tanya besar,” ujar Carragher terkait performa Wirtz di musim awalnya bersama Liverpool.
Kritik tersebut mencerminkan ekspektasi tinggi terhadap seorang pemain yang didatangkan dengan harga fantastis. Nilai transfer Wirtz bahkan sempat menjadi perdebatan di kalangan pengamat sepak bola karena besarnya biaya yang dikeluarkan Liverpool demi mendapatkan tanda tangannya.
Transformasi Penampilan: Wirtz seperti De Bruyne
Transformasi Wirtz di lini tengah Liverpool kini menjadi topik hangat. Carragher, yang awalnya ragu, kini justru membandingkan penampilan Wirtz dengan sosok besar lainnya: Kevin De Bruyne. Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat reputasi De Bruyne sebagai salah satu playmaker terbaik di era modern Premier League bersama Manchester City.
Carragher menyampaikan bahwa Premier League kehilangan Kevin De Bruyne, namun di tempat itu kini muncul sosok seperti Florian Wirtz yang memiliki kualitas serupa. “Kita sedang membicarakan pemain spesial,” kata Carragher saat tampil di program Sky Sports.
Lebih jauh, Carragher juga menilai Wirtz bukan hanya sekadar gelandang kreatif biasa. Ia melihat ada kombinasi elemen permainan yang mengingatkan pada De Bruyne sekaligus keindahan permainan ala David Silva, dua legenda besar Premier League yang sama-sama piawai dalam mengontrol permainan dan menciptakan peluang.
Kepercayaan Diri Wirtz dan Reaksi Kritik
Perubahan performa Wirtz tak lepas dari peningkatan aspek psikologisnya di lapangan. Carragher mengungkap bahwa kepercayaan diri pemain asal Jerman ini mengalami lonjakan signifikan sejak mendapatkan kepercayaan lebih dari pelatih dan rekan-rekannya.
Momen ketika ia sempat disebut oleh Gary Neville sebagai “seperti anak kecil” ketika Liverpool bertandang ke markas Manchester City kini menjadi bagian dari perjalanan panjangnya membuktikan diri. Kritik keras itu justru menjadi motivasi bagi Wirtz untuk terus berkembang.
Dengan duel kontra Manchester City di Anfield akhir pekan ini, Carragher menilai ini menjadi peluang emas bagi Wirtz untuk menjawab semua kritik tersebut langsung di lapangan dan mempertegas kualitasnya sebagai playmaker elite yang bisa diandalkan Liverpool musim ini.
Wirtz di Tengah Ekspektasi dan Tantangan Liverpool
Perjalanan Wirtz di Liverpool sejauh ini mencerminkan dinamika seorang pemain muda di klub besar yang dipenuhi ekspektasi tinggi. Adaptasi di Liga Inggris yang terkenal cepat dan fisik bukan hal mudah bagi siapa pun, dan kisah Wirtz adalah gambaran nyata bagaimana seorang pemain bisa berkembang meski awalnya menghadapi kritik pedas.
Di sisi lain, ekspektasi terhadap Wirtz juga tetap tinggi. Sebagai playmaker utama, kemampuan untuk terus mencetak gol dan assist akan menjadi tolok ukur dalam menentukan seberapa besar dampaknya terhadap ambisi Liverpool di kompetisi domestik dan Eropa.
Dengan sorotan Carragher kini berpindah dari skeptis ke pujian penuh, Wirtz jelas mendapatkan momentum besar untuk menegaskan posisinya sebagai salah satu bintang yang diperhitungkan di Liga Inggris.