JAKARTA - PT Industri Karet Deli (IKD) baru-baru ini memulai operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan kapasitas 10 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya yang terletak di Medan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada konsumsi energi berbasis fosil, seiring dengan tekanan global terhadap industri manufaktur untuk lebih ramah lingkungan dan menurunkan jejak karbon.
Dengan kapasitas sebesar 10 MWp, PLTS ini diproyeksikan dapat menghasilkan sekitar 12 hingga 13 gigawatt hour (GWh) listrik per tahun.
Energi yang dihasilkan akan langsung disalurkan untuk kebutuhan operasional pabrik IKD, mengurangi beban konsumsi energi dari sumber konvensional. Hal ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif terhadap efisiensi energi perusahaan.
Manfaat Lingkungan dan Pengurangan Emisi Karbon
Salah satu alasan kuat dibalik pengoperasian PLTS ini adalah untuk mengurangi emisi karbon. Berdasarkan estimasi, penggunaan PLTS atap ini akan mengurangi emisi karbon sebanyak sekitar 10.000 ton CO₂ per tahun, dengan mempertimbangkan faktor emisi dari sistem kelistrikan nasional.
Hal ini menjadikan langkah IKD sebagai bagian dari komitmennya untuk menciptakan industri yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan tren global menuju keberlanjutan dan energi terbarukan.
Meskipun kontribusi PLTS terhadap bauran energi perusahaan belum dirinci secara terbuka, kapasitas 10 MWp tersebut cukup signifikan bila dibandingkan dengan daya terpasang IKD sebagai pelanggan PLN yang mencapai 22,86 MW.
Dengan kata lain, PLTS atap ini dapat menyuplai sebagian kebutuhan listrik pabrik, meskipun belum sepenuhnya menggantikan pasokan listrik konvensional yang masih bergantung pada jaringan listrik PLN.
Efisiensi Energi untuk Ketahanan Pasokan Listrik Pabrik
Direktur IKD, Darkiat Tjangnaka, menyampaikan bahwa pemanfaatan PLTS atap ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pasokan listrik pabrik, yang sangat penting dalam industri manufaktur yang beroperasi sepanjang waktu.
Selain itu, penerapan PLTS ini juga diharapkan dapat membantu perusahaan mengurangi biaya operasional jangka panjang yang terkait dengan penggunaan energi konvensional.
Darkiat menambahkan bahwa perusahaan akan terus memantau perkembangan teknologi di bidang energi terbarukan, dengan kemungkinan untuk menambah kapasitas PLTS ini seiring dengan pertumbuhan kebutuhan produksi dan teknologi yang semakin efisien.
Perusahaan juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, yang dapat berkontribusi lebih besar terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi dalam operasi mereka.
Investasi Jangka Panjang dalam Energi Terbarukan
Sebagai produsen ban yang terkenal dengan merek Swallow, Delium, dan Deli Tire, yang melayani berbagai segmen, mulai dari sepeda hingga kendaraan industri, IKD menghadapi tantangan besar dalam industri yang semakin kompetitif.
Salah satu tantangan terbesar adalah biaya energi yang semakin meningkat, terutama dalam konteks ketergantungan pada energi fosil.
Investasi dalam PLTS ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam mengurangi dampak lingkungan perusahaan, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang untuk efisiensi biaya.
Dengan memanfaatkan energi surya, IKD berharap dapat mengurangi pengeluaran operasional terkait energi, yang bisa menjadi beban berat bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan industri ban yang ketat.
Teknologi Energi Terbarukan sebagai Solusi Masa Depan
Langkah IKD ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi energi terbarukan, perusahaan berharap dapat terus mengoptimalkan penggunaan PLTS untuk memenuhi kebutuhan energi dengan biaya yang lebih rendah.
Teknologi solar power semakin berkembang, dan seiring waktu, teknologi ini akan menjadi lebih efisien dan terjangkau.
Keputusan IKD untuk mengembangkan dan mengoperasikan PLTS atap ini menunjukkan komitmen mereka terhadap penggunaan energi bersih serta kesadaran akan pentingnya peran industri dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Inisiatif ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan sekitar serta masyarakat.